Rabu, 13 Maret 2013

Laporan Praktikum Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan



PRAKTIKUM II

Topik                   : Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan.
Tujuan                 : 1. Untuk mengamati bentuk-bentuk sel mati dan bagian-       bagian   sel hidup pada tumbuhan dan hewan.
 2. Untuk mengenali perbedaan antara sel tumbuhan dan  sel       hewan.
Hari/ Tanggal     : Rabu/ 10 Oktober 2012
Tempat               : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.

 


I.         ALAT DAN BAHAN
ALAT           : 1. Mikroskop
2.    Cutter / silet
3.    Pipet tetes
4.    Tusuk gigi
5.    Gelas kimia
6.    Papan/baki
7.    Kaca benda
8.    Kaca penutup

BAHAN     :  1. Aquades
2.      Penampang melintang sel gabus batang ubi kayu (Manihot Utillisima)
3.      Rambut buah kapok (Ceiba Pentandra)
4.        Rambut biji kapas (Gossypium sp)
5.        Preparat bagian kulit reptil yang mengelupas
6.        Preparat jadi otot polos
7.        Penampang melintang daun Fiscus elastica
8.        Daun Hydrilla verticillata
9.        Selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah (Allium cepa)
10.Sel epithelium rongga mulut
11.Preparat jadi sel darah merah/eritrosit.

II.      CARA KERJA
1.         Menyiapkan  mikroskop, kaca benda dan  kaca penutup pada posisi yang tepat.
2.         Menyiapkan  masing-masing  preparat yang akan diamati di bawah mikroskop, sesuai caranya seperti :
1)   Mengambil sehelai irisan dari kapok (Ceiba pentadra).
2)   Mengambil sehelai irisan dari kapas (Gossypium sp).
3)   Menyiapkan preparat sehelai daun Hydrilla verticillata yang masih segar.
4)   Menyiapkan irisan kecil penampang melintang daun beringin (Ficus elastic)
5)   Menyiapkan preparat jadi sel otot polos.
6)   Menyiapkan preparat jadi sel darah merah.
7)   Menyiapkan preparat bagian kulit reptile yang mengelupas
8)   Menyiapkan irisan penampang melintang sel gabus batang ubi kayu (manihot utillisima).
9)   Mengiris setipis mungkin selaput bagian dalam dari umbi lapis bawang merah (Allium cepa).
10)    Menyiapkan sel epitilium dalam rongga mulut.
3.      Mengamati bentuk sel seluruh bahan yang telah diamati, bagian-bagian sel yang hidup dan menggambarkan hasil pengamatannya.
4.      Melengkapi gambar dengan keterangan yang jelas, membuat pembahasan hasil pengamatan dan kesimpulan.



III.   TEORI DASAR
Sel sangat mendasar bagi ilmu biologi sebagaimana atom bagi ilmu kimia. Seluruh organisme terdiri dari sel. Dalam hirarki organisme biologis, sel ini merupakan kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup. Selain itu, terdapat beragam bentuk kehidupan yang berwujud sebagai organisme bersel tunggal. Organisme yang lebih kompleks, termasuk tumbuhan dan hewan, bersifat multiseluler, tubuhnya merupakan kerjasama dari berbagai jenis sel terspesialisasi yang tidak akan bertahan lama jika masing-masing berdiri sendiri. Namun demikian, ketika sel ini disusun menjadi tingkat organisasi yang lebih tinggi, seperti jaringan dan organ, sel dapat dipisahkan sebagai unit dasar dari struktur dan fungsi organisme (Neil.A Campbell dan Jane B. Recee, 2002).
Di dalam sel terdapat materi-materi penyusunnya, seperti inti sel, protoplasma, mitokondria, retikulum endoplasma, dan lain-lain (Heddy dan Suwasono, 1987).
Sejak penemuan sel oleh Robert Hooke, penelitian mengenai sel semakin berkembang. Dua orang ilmuwan yang turut berperan adalah Theorodor Schwann dan Matthias Schleiden. Kedua ilmuwan tersebut merupakan pengembang penelitian sel tumbuhan dan sel hewan. Jika diamati melalui miroskop, akan terlihat secara morfologi perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan (Rifki Firmansyah, Agus Mawardi H dan M. Umar Riandi,2007).
Sel yang menyusun suatu organisme memiliki bentuk dan ukuran yang beraneka ragam, bergantung pada fungsinya. Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki perbedaan baik bentuk, ukuran dan organel yang menyusunnya.
Salah satu perbedaan yang khas yang dimiliki sel tumbuhan dibandingkan dengan sel hewan adalah adanya dinding sel pada sel tumbuhan yang  mengandung bahan selulosa yang bersifat kaku dan tidak mudah berubah, adanya kloroflas, vakuola dan juga plastida. Kadang-kadang vakuola juga ditemukan  pada sel hewan namun dalam ukuran yang sangat kecil. Bentuk sel tumbuhan bermacam-macam, seperti : kubus, prisma, bundar dan benang (Salisbury dan Frank, 1992).Sedangkan pada sel hewan adanya sentriol dan sentrosom yang tidak dimiliki sel tumbuhan.
Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda namun terdapat persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel tersebut. Secara umum bagian-bagian sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma, mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplas, sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti, mikrofilamen, dan dinding sel. Sel terdiri atas dua jenis, yaitu sel hidup dan sel mati. Tentunya, antar sel hidup dan sel mati mempunyai perbedaan dalam hal strukturnya.
Suatu sel dikatakan hidup apabila sel tersebut masih menunjukkan ciri-ciri kehidupan antara lain melakukan aktifitas metabolisme, mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungannya, peka terhadap rangsang, dan ciri hidup lainnya. Suatu sel hidup harus memiliki protoplas, yaitu bagian sel yang ada di bagian dalam dinding sel. Protoplas dibedakan atas komponen protoplasma dan non protoplasma. Komponen protoplasma yaitu terdiri atas membran sel, inti sel, dan sitoplasma (terdiri dari organel-organel hidup).
Komponen non protoplasma dapat pula disebut sebagai benda ergastik.Dalam sel benda ergastik dapat berupa karbohidrat, protein, lipid, dan Kristal. Apabila dalam ruang sel/lumen terdapat protoplasma sel itu dikatakan hidup, karena pada protoplasma sel tumbuhan terdapat plasma: sel, inti sel, butir-butir plastida dan mitokondria. Sedangkan sel mati adalah sel yang sudah tidak memiliki peranan dalam proses kelangsungan kehidupan dan hanya berupa dinding sel. Sel gabus tumbuhan Querus suber termasuk sel mati karena sudah tidak memiliki inti sel dan sitoplasma, sehingga ruang selnya nampak kosong. Bentuk sel gabus heksagonal, tersusun rapat antara satu dengan yang lainnya. Dengan pewarnaan Safranin dan hematoxylin akan nampak bayangan berwarna merah. Kulit pada hewan terdiri dari epidermis yang terletak disebelah dalamnya.

Epidermis terdiri atas beberapa lapisan , yaitu :
1.           Stratum germinatum
2.           Stratum transitional
3.           Stratum corneum
Lapisan Stratum germinatum merupakan bagian epidermis yang sel-selnya selalu aktif membelah, membentuk sel-sel baru. Sel-sel baru yang terbentuk akan mendesak sel-sel lama kearah permukaan kulit, sehingga makin lama sel-sel tersebut jauh dari dermis dan akhirnya mati.
Epidermis pada tumbuhan merupakan jaringan penyusun tubuh yang paling luar, umumnya terdiri dari selapis sel saja dengan dinding tebal berlapis kutikula menghadap ke udara. Untuk menegah penguapan air yang terlalu besar kadang-kadang masih terdapat lapisan lilin atau rambut-rambut, berfungsi melindungi bagian dalam organ tumbuhan. Sehingga epidermis disebut jaringan pelindung. Di antara epidermis terdapat alat tambahan yang disebut derivat epidermis, berupa rambut daun (trikoma), mulut daun (stomata), dan sel kipas.















IV.        HASIL PENGAMATAN
1.    Penampang sel melintang sel gabus batang ubi kayu (Manihot Utillisima):








Perbesaran 10x10
Keterangan gambar                                                                                          :
1.    1. Dinding sel
2. Ruang antar sel
3. Sel gabus
Menurut literatur :
2
4
3
1
Keterangan gambar                                                                                          :
2.    1. Gelembung air
3.    2. Dinding sel
3. Ruang antar sel
4. Sel gabus
(Anonim.2012.a.)

2.    Rambut buah kapok (Ceiba pentandra)









Perbesaran 10x10
Keterangan gambar :
1. Dinding sel
2. Ruang antar sel
3. Inti sel
1.       
2.       
Menurut literatur :
          1                   2          3       4       
 

             
Keterangan gambar :
1. Gelembung air
2. Dinding sel
3. Ruang antar sel
4. Ruang sel

        (Anonim.2012.b)

3.        Rambut biji kapas (Gossypium sp)








Perbesaran 10x10
Keterangan gambar :
1.Dinding sel
2.Ruang sel
3.Torsi


   Menurut literatur            :

4
3
2
1
Keterangan gambar :
1.Dinding sel
2.Ruang sel
3.Torsi
4. Serat-serat kapas

       (Anonim.2012.c)
4.    Preparat bagian kulit reptil  (Kulit ular)








Perbesaran 10x10
Keterangan gambar :
1.Membran sel
2. Stratum germinatum
3. Lapisan tanduk
                                                                                      
  Menurut literatur :
3
2
1
Keterangan gambar :
1. Membran sel
2. Stratum germinatum
3. Lapisan tanduk
     (Anonim.2012.d)

5.    Preparat jadi otot polos







Perbesaran 10x10
Keterangan gambar :
1.Membran sel
2. Inti sel
3. Serat otot polos



 Menurut literatur  :
4
3
2
1
     
Keterangan gambar :
1.Membran sel
2. Inti serat
3. Serat otot polos
4. Sitoplasma


  (Anonim.2012.e)

6.    Penampang melintang daun Fiscus elastica








Perbesaran 10x10
Keterangan gambar :
1. Epidermis atas
2. Epidermis bawah
3. Xilem
4. Floem


      Menurut literatur   :
Keterangan gambar :
1. Epidermis atas
2. Xilem
3. Floem
4. Stomata
5. Epidermis bawah
1
                                                                                            

2
 
3
                                                                           
5
4
 





    (Anonim.2012.f.)
7.    Daun Hydrilla verticillata










Perbesaran 10x10
Keterangan gambar:
1.Dinding sel
2. Inti sel
3. Sitoplasma


Menurut literatur   :
                                                                                        








        (Anonim.2012.g)
8.      Selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah (Allium cepa)







Perbesaran 10x10
Keterangan gambar :
1.      Dinding sel
2.      Inti sel
3.      Sitoplasma
4.      Ruang antar sel

Menurut literatur         :
1
Keterangan gambar :
1.      Dinding sel
2.      Inti sel
3.      Sitoplasma
4.      Ruang antar sel

                                                                                        
2
3
4
 



·          



(Anonim.2012.h)
9.    Sel epithelium rongga mulut








Perbesaran 10x10
Keterangan gambar :
1.      Membran sel
2.      Inti sel
3.      Sitoplasma


Menurut literatur   :
1
Keterangan gambar :
1. Membran sel
2. Inti sel
3. Membran dasar
4. Sitoplasma
5. Jaringan ikat
6. Pembuluh kapiler

                                                                                         Keterangan       :
2
 
1.  
3
Dinding sel
2.   Inti sel
3.  
4
Sitoplasma
5
6
 




(Anonim.2012.i.)
10.  Preparat jadi sel darah merah/eritrosit
Perbesaran 10x10
Keterangan gambar :
1. Membran plasma
2. Keping darah
3. Hemoglobin
4. Plasma
 
    Keterangan      :
1.      Membran plasma
2.      Plasma darah
3.      Hemoglobin
                                                                                      



Menurut literatur   :
                      
Keterangan gambar :
1. Keping darah
2. Trombosit
3. Plasma
4. Hemoglobin
 
1.       
1
Keping darah
2.        Sitoplasma
3.        Hemoglobin
2
4
3
 





(Anonim.2012.j)









V.           ANALISIS DATA
Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan bisa berupa ada tidaknya suatu bagian atau organel sel, maupun perbedaan struktur dan fungsi organel.
Secara umum perbedaan antara kedua sel ini diantaranya ialah pada sel hewan tidak terdapatnya dinding sel, butir plastid, bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku, jumlah mitokondria relatif banyak, vakuola berjumlah banyak dan ukurannya relative kecil, sentrosom dan sentriol tampak jelas.
Sedangkan sel tumbuhan memiliki dinding sel, memiliki butir plastid, bentuk tetap, jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastid, vakuola sedikit dan ukurannya relative besar, sentrosom dan sentriol tidak jelas.
Sel terdiri atas dua jenis, yaitu sel hidup dan sel mati. Tentunya, antar sel hidup dan sel mati mempunyai perbedaan dalam hal strukturnya.
Dari hasil pengamatan pada praktikum perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan, untuk mengetahui perbedaan antara sel hewan dan sel mati juga untuk mengamati bagian-bagian dari sel mati dan sel hidup, yang dilakukan dengan cara mengamati bahan-bahan dibawah praktikum dengan perbesaran 10x10, diketahui bahwa :
1.      Penampang melintang sel gabus batang ubi kayu (Manihot utillisima)
Klasifikasi            :
Kingdom         : Plantae
            Divisio             : Spermatophyta
            Classis             : Angiospermae
            Ordo                : Euphorbiales
            Familia            : Euphorbiaceae
            Genus              : Impatients.
            Spesies            : Manihot utillisima.
                        (Sumber : Cronquist, 1981)
Ubi kayu (Manihot utillisima) merupakan tanaman pangan pengganti nasi, jagung ataupun sagu, yang dapat hidup di daerah tropis. Ubi kayu adalah tumbuhan berbatang getas (mudah patah), berbentuk bulat dan bergerigi.
Dari hasil pengamatan, yang dilakukan dengan cara mengamati batang ubi kayu yang dipotong secara melintang dibawah mikroskop dengan perbesaran 10x10, diketahui bahwa sel  ubi kayu (Manihot utillisima) memiliki bagian-bagian berupa dinding sel, sel gabus dan ruang antar sel.
Sel Manihot utillisima berbentuk segi enam atau heksagonal tersusun rapat antara sel yang satu dengan sel yang lain. Diantara rapatnya susunan sel Manihot utillisima masih dapat terlihat adanya ruang antar sel-sel tersebut. Dinding sel yang terdapat pada Manihot utillisima semakin memperlihatkan ciri-ciri pokok dari sel tumbuhan. Dinding sel tersusun dari selulosa yang menjadikan bentuk sel menjadi tetap.
Pada sel Manihot utillisima hanya terlihat sel gabus yang kosong yang berisi gelembung air, tidak terlihat inti sel dan sitoplasma pada sel tersebut.
Sel dikatakan hidup apabila pada ruang sel terdapat protoplasma yang di dalamnya terdapat inti sel, plasma sel, mitokondria dan butir-butir sel. Sedangkan pada sel Manihot utillisima tidak terdapat bagian-bagian tersebut karena itu sel Manihot utillisima disebut sel mati.
Untuk mengamati sel gabus ini praktikan harus mengiris gabus secara melintang dan tipis sehingga preparat dapat ditembus cahaya dan terlihat jelas melalui mikroskop.
2.    Rambut buah kapok (Ceiba pentandra)
Klasifikasi :
Kingdom               : Plantae.
Divisio                   : Magnoliophyta.
Classis                   : Magnoliopsida.
Ordo                      : Malvales.
Familia                  : Bombaceae.
Genus                    : Ceiba.
Spesies                  : Ceiba pentandra.
      (Sumber : Cronquist, 1981)
Rambut buah kapuk (Ceiba pentandra) merupakan serat yang dihasilkan oleh pohon besar yang tingginya bisa mencapai 60-70 meter ini. Pohon kapok ini banyak ditanam di Asia terutama di Pulau Jawa, Malasysia, Filiphina, dan Amerika Serikat.
Dari hasil pengamatan, yang dilakukan dengan mengamati Ceiba pentandra di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10, diketahui bahwa sel  Ceiba pentandra berupa serat-serat panjang. Sel  Ceiba pentandra adalah rambut uniseluler sederhana/ multiseluler uniseriat yang tergolong kepada trikoma tanpa kelenjar atau sering disebut rambut biasa yang berfungsi sebagai rambut pelindung.
Sel  Ceiba pentandra  berbentuk seperti benang panjang yang kosong dan memiliki berat yang ringan. Sel Ceiba pentandra   merupakan sel mati karena tidak memiliki inti sel dan sitoplasma. Pada Ceiba pentandra  hanya terdapat organel sederhana berupa dinding sel dan ruang sel.
3.    Rambut biji kapas (Gossypium sp.)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae.
Divisio      : Magnoliophyta.
Classis      : Magnoliopsida.
Ordo         : Malvales.
Familia     : Malvaceae.
Genus       : Gossypium.
Spesies     : Gossypium sp.
      (Sumber : Cronquist, 1981)
Rambut biji kapas adalah serat halus yang menyelubungi biji yang dihasilkan dari pohon kapas yang tumbuh di daerah tropika dan subtropika. Serat kapas ini banyak digunakan dalam industri tekstil. Serat itu diolah dengan cara dipintal untuk menjadi benang dan ditenun untuk  menjadi kain.
 Dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan mengamati sel kapas di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10 diketahui bahwa sel kapas adalah sel sklerenkim yang berfungsi sebagai jaringan penguat pada tumbuhan. Sel Gossypium sp adalah sel tunggal dari epidermis atau selaput luar biji yang mengalami pemanjangan.
Sama halnya seperti sel Ceiba pentandra, sel kapas merupakan  rambut uniseluler sederhana yang tergolong kepada trikoma tanpa kelenjar.
Sel Gossypium sp berbentuk serat-serat seperti benang terpilin yang memanjang. Sel Gossypium sp hanya memiliki dinding sel dan torsi dibeberapa bagian.  Torsi merupakan inti sel yang sudah tidak berfungsi lagi. Pada sel Gossypium sp tidak terdapat inti sel dan sitoplasma serta organel hidup lainnya, karena itu sel Gossypium sp  tergolong sel mati karena tidak memiliki inti sel dan sitoplasma sehingga sel tidak dapat melakukan aktivitas hidup.
4.    Preparat bagian kulit reptil yang mengelupas (Kulit ular)
Klasifikasi :
Kingdom                : Animalia
Fillum                     : Chordata
Class                       : Sauropsida
Ordo                       : Squamata
Upordo                   : Serpentes
(Sumber : Cronquist, 1981)










Ular merupakan hewan reptil melata yang hidup di air ataupun di tanah. Ular memiliki tubuh yang bulat memanjang dan kulitnya bersisik, karena itu ular tergolong ke dalam reptil squamata (bersisik). Kulit ular sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan aksesoris seperti tas, dompet, ikat pinggang dan sebagainya.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan mengamati preparat jadi kulit ular yang diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10 diketahui bahwa sisik ular merupakan modifikasi dan diferensiasi dari epidermis. Tiap sisik tersusun saling menutupi pada pangkalnya seperti susunan genting. Sisik ular terbuat dari keratin.
Sel pada kulit ular terdiri atas lapisan dalam dan lapisan luar. Lapisan dalam tersusun oleh jaringan pengikat. Pada sel kulit ulat terdapat organel sederhana yaitu membran sel, stratum germinatum dan lapisan tanduk. Pada sel kulit ular tidak terdapat inti sel karena sel kulit reptil merupakan sel mati. Setiap sel kulit mati yang banyak mengandung keratin membentuk barier kulit terluar.  Pada umumnya kulit ular memiliki lapisan superfisal yang mempunyai sel pigmen yang berlimpah.
5.    Preparat jadi otot polos
Otot polos merupakan salah satu jenis dari jenis-jenis jaringan otot. Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang berfungsi melakukan pergerakan pada berbagai bagian tubuh. Otot polos berbentuk seperti gelendong yang bagian tengahnya besar dan bagian ujungnya runcing.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan mengamati preparat jadi sel otot polos di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10, diketahui bahwa pada sel otot polos terlihat banyak serabut otot yang mempunyai bentuk seperti gelondong, berukuran langsing, mempunyai satu inti di bagian tengah otot itu sendiri.
Sel otot ini mempunyai bagian yang terdiri dari inti sel, sitoplasma dan membran plasma. Kerja otot polos adalah tidak sadar (tidak dipengaruhi kehendak), lambat, teratur, dan tidak cepat lelah sehingga disebut juga otot involunter dan selnya dipersarafi oleh sistem saraf otonom. Selain itu juga berfungsi mengontrol diameter pembuluh darah dan gerakan pupil mata.
Sitoplasmanya terdiri dari sarcoplasma yang mengandung miofibril yaitu unsur yang mampu berkontraksi. Miofibril berupa serabut-serabut yang berwarna relatif homogen polos. Panjang serabut otot polos bervariasi antara 15-500 mikron tergantung dari tempatnya. Otot polos terdapat pada alat tubuh yang berongga seperti dinding saluran pencernaan dan saluran transportasi.
6.    Daun Ficus elastica
Klasifikasi       :
Kingdom         : Plantae.
Divisio             : Magnoliophyta.
Classis             : Magnoliopsida.
Ordo                : Urticalus
Familia            : Moraceae
Genus              : Ficus
Spesies              : Ficus elastica roxb. exHornern  
(Sumber : Cronquist, 1981).
Daun Ficus elastica atau daun beringin merupakan pohon besar yang berasal dari hutan di bagian selatan dan tenggara benua Asia serta Australia. Pohon beringin banyak tumbuh di Indonesia. Pada pohon beringin terdapat akar gantung yang dapat menembus tanah dan tumbuh sebagai batang pendukung. Pohon beringin juga memiliki batang yang kokoh, daun yang berukuran kecil dan berwarna hijau tua.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan mengamati daun Ficus elastica yang dipotong pada bagian dasar belakangnya, kemudian diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10, diketahui bahwa  sel dari daun Fiscus elastica adalah sel yang kompleks.
Pada sel daun Ficus elastica terdapat  dinding sel, eperdermis (berupa epidermis atas dan eperdermis bawah), stomata, berkas pengangkut yaitu xylem dan floem, terdapat pula skelerenkim yang berfungsi untuk menyokong / memperkuat jaringan tertentu.
Bentuk sel daun Ficus elastica adalah memanjang dengan jarak antar selnya tersusun rapat dan berimpit.
Sel daun Ficus elastica ini adalah sel hidup, karena memiliki inti sel yang selalu melakukan aktivitas sel. Selain itu juga terdapat organel yang berperan sebagai jaringan pengangkut yaitu xilem dan floem serta stomata sebagai alat respirasi pada tumbuhan.
7.      Daun Hydrilla verticillata
Klasifikasi            :
Kingdom        : Plantae.
Divisio            : Magnoliophyta.
Classis            : Liliopsida.                
Ordo               : Hydrocharitales.
Familia           : Hydrocharitaceae.
Genus             : Hydrilla
Spesies           : Hydrillla verticillata
(Sumber : Cronquist, 1981)
Hydrillla verticillata merupakan tanaman air yang tergolong ke dalam spermatophyta. Hydrillla verticillata brwarna hijau dengan batang bercabang yang tumbuh secara horisontal. Akar Hydrillla verticillata berupa umbi kecil.
Daun Hydrillla verticillata adalah daun majemuk berukuran kecil yang memiliki tepi bergerigi. Daun Hydrillla verticillata berwarna hijau dengan pangkal daun berwarna kemerahan jika pada keadaan segar. 
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan mengamati daun Hydrillla verticillata yang dipotong pada bagian dasar belakangnya, kemudian diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10, diketahui bahwa  sel daun Hydrilla verticillata ini tersusun atas dinding sel yang tebal, inti sel, kloroplas yang berbentuk lensa, klorofil dan sitoplasma.
Sel daun Hydrilla verticillata berbentuk segiempat beraturan yang tersusun seperti batu bata. Pada juga sel daun Hydrilla verticillata terdapat trikoma yang berfungsi untuk mencegah penguapan yang berlebih.
Sel daun Hydrilla verticillata ini merupakan sel hidup karena terdapatnya sel protoplasma yaitu dinding sel, kloroplas dan vakuola serta inti sel.
8.      Sel bagian dalam umbi lapis bawang merah ( Allium cepa )
Klasifikasi :
Kingdom              : Plantae.
Divisio                  : Magnoliopsida.
Classis                  : Liliopsida.
Ordo                     : Liliales.
Familia                 : Liliaceae.
Genus                   : Allium.
Spesies                 : Allium cepa.
     (Sumber : Cronquist, 1981)           
Allium cepa (bawang merah) merupakan tanaman berumpun dan berumbi yang umbinya sering dijadikan bahan baku bumbu masakan. Tanaman bawang merah banyak ditanam di ladang ataupun di sawah dengan intensitas cahaya yang tinggi. Tanaman bawang merah tidak berbatang dan daunnya berwarna hijau panjang, berbentuk tabung yang ujungnya lancip.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan mengamati sel Allium cepa yang sebelumnya telah dipotong bagian dalam dari umbinya, kemudian diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10, diketahui bahwa sel umbi Allium cepa mempunyai bentuk persegi panjang. Bagian yang dapat diamati adalah dinding sel  inti sel, dan sitoplasma. Pada sel ini juga terdapat vakuola dan plastida yang mengandung zat warna.
Sel bagian dalam umbi lapis bawang merah (Allium cepa) adalah sel hidup karena terdapatnya  protoplasma, yaitu plastida, plasma sel, inti sel, dan sitoplasma. Bagian sitoplasma pada sel ini tampak jelas untuk diamati karena berbentuk butiran-butiran halus. Inti sel terdapat pada sitoplasma. Sel Allium cepa tersusun rapat dengan ruang antar sel diantara sel yang satu dengan sel yang lain yang merupakan jalan transportasi antar sel.
9.      Sel ephitelium rongga mulut
Sel ephitelium merupakan bagian dari jaringan ephitelium yang berfungsi untuk melaksanakan fungsi absorpsi dan proteksi. Sel ephitelium yang ada pada mulut adalah sel ephitelium pipih berlapis.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan mengamati sel ephitelium rongga mulut tepatnya pada bagian pipi dalam yang dikeruk menggunakan tusuk gigi, kemudian diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10, diketahui bahwa sel ini berwarna putih, berbentuk pipih dan berlapis-lapis.
Pada sel ephitelium pipih berlapis ini terdapat organel berupa membran sel, inti sel, membran dasar, sitoplasma, jaringan ikat dan pembuluh kapiler. Sel ephitelium pipih berlapis berfungsi sebagai pelindung dan penghasil mucus.
Sel epithelium tidak hanya terdapat pada rongga mulut tetapi juga terdapat pada organ-organ lainnya.
Sel ephitelium pipih berlapis adalah sel hidup yang melakukan aktivitas hidup karena memiliki inti sel, sitoplasma dan oragnel hidup lainnya.
10.  Preparat jadi sel darah merah/eritrosit
Darah manusia terdiri atas sel-sel darah (45%) dan plasma darah (55%). Sel-sel darah terdiri atas sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Darah berfungsi mengedarkan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan mengamati preparat jadi sel darah merah di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10, diketahui bahwa sel darah merah berbentuk bikonkaf atau bulat pipih, tengahnya cekung, dan sering dalam keadaan bertumpukan.
Sel darah merah yang sering disebut sebagai eritrosit merupakan sel darah yang paling banyak. Sel darah merah tidak memiliki inti, dan dibatasi oleh membran plasma. Sel darah merah tidak memiliki organel sel, misalnya mitokondria, lisosom atau aparatus Golgi. Pada sel darah merah terdapat sitoplasma yang menunjukkan bahwa sel darah merupakan sel hidup serta memiliki hemoglobin yaitu protein rangkap yang terdiri dari hemin dan globin yang merupakan biomolekul yang dapat mengikat oksigen.
Warna sel darah merah adalah merah yang merupakan warna dari hemoglobin yang terbuat dari unsur zat besi.





















VI.        KESIMPULAN
1.      Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan bisa berupa ada tidaknya suatu bagian atau organel sel, perbedaan struktur dan fungsi organel yang meliputi perbedaan bentuk, ukuran dan organel yang  menyusunnya.
2.      Secara umum perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan dapat dilihat pada tabel berikut :
Bagian-bagian sel
Sel tumbuhan
Sel hewan
Membran plasma
Ada
Ada
Dinding sel
Ada
Tidak ada
Nukleus
Ada
Ada
Sitoplasma
Ada
Ada
RE
Ada
Ada
Ribosom
Ada
Ada
Kompleks Golgi
Ada
Ada
Lisosm
Ada
Ada
Mitokondria
Ada
Ada
Kloroplas
Ada
Tidak ada
Vakuola
Ada
Tidak ada,kecuali hewan uniseluler
Sentriol
Tidak ada, kecuali tumbuhan tingkat rendah
Ada
Sentrosom
Tidak ada,
kecuali tumbuhan tingkat rendah
Ada
Plastid
Ada
Tidak ada
Mikrofilamen
Ada
Ada
Tonoplas
Ada
Tidak Ada
Plasmodesmata
Ada
Tidak ada

3.      Sel terdiri atas dua jenis, yaitu sel hidup dan sel mati. Tentunya, antar sel hidup dan sel mati mempunyai perbedaan dalam hal strukturnya.
4.      Suatu sel dikatakan hidup apabila sel tersebut masih menunjukkan ciri-ciri kehidupan, memiliki protoplas yang dibedakan atas komponen protoplasma dan non protoplasma.
5.      Sel mati adalah sel yang sudah tidak memiliki peranan dalam proses kelangsungan kehidupan dan hanya berupa dinding sel.
6.      Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa :
a.       Sel yang tergolong mati adalah sel Manihot utillisima, sel Ceiba pentandra, sel Gossypium sp,dan sel kulit ular.
b.      Sel yang tergolong hidup adalah sel daun Fiscus elastica, sel daun Hydrilla verticillata, sel Allium cepa, sel ephitelium rongga mulut dan sel darah merah (eritrosit).


















VII.     DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2012.a.http://www.google.co.id/imgres.Gambar Sel Gabus Ubi Kayu. http//id.wikipedia.org. (Diakses pada tanggal 14 Oktober 2012).

Anonim.2012.b.http://www.google.co.id/imgres.Gambar Rambut Buah Kapok. www.scieole.org.or.co.ceiba pentandra. (Diakses pada tanggal 14 Oktober 2012).

Anonim.2012.c.http://www.google.co.id/imgres.Gambar Rambut Biji Kapas. chinzazz.blogspot.com. (Diakses pada tanggal 14 Oktober 2012).

Anonim.2012.d.http://www.google.co.id/imgres.Gambar Preparat Kulit Reptil Yang Mengelupas. www.biologie.uni-hambrug.dc. (Diakses pada tanggal 14 Oktober 2012).

Anonim.2012.e.http://www.google.co.id/imgres.Gambar Sel Jadi Otot Polos. biologigonz.blogspot.com. (Diakses pada tanggal 14 Oktober 2012).

Anonim.2012.f.http://www.google.co.id/imgres.Penampang Melintang Daun    Ficus elastic.www.ipb.ac.id. (Diakses pada tanggal 14 Oktober 2012).

Anonim.2012.g.http://www.google.co.id/imgres.Gambar Daun Hydrilla verticillatawaynesword.palomar.edu/lmexer1.html. (Diakses pada tanggal 14 Oktober 2012).

Anonim.2012.h.http://www.google.co.id/imgres.Gambar Selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah.      denisaputra26.wordpress.com. .(Diakses pada tanggal 14 Oktober 2012)

Anonim.2012.i. http://www.google.co.id/imgres.Gambar  Sel Epithelium Rongga Mulut. www.scielo.br. (Diakses pada tanggal 14 Oktober 2012)

Anonim.2012.j.http://www.google.co.id/imgres.Gambar Sel Darah Merah. wismabioku.blogspot.com. (Diakses pada tanggal 14 Oktober 2012)

Noorhidayati dan St. Wahidah Arsyad. 2012. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Banjarmasin: Jurusan PMIPA FKIP UNLAM.

Firmansyah, Rifki, dan kawan-kawan. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta: PT.Setia Purna Invei.

2 komentar:

Abay Abal Akbar mengatakan...

copas pun kaka tingkat :))

Aulia Misniyati mengatakan...

Itu ikam yang kaya itu :p

Poskan Komentar

 

This template was found on Elfrida Chania's Blog